Diposkan pada Diary

Berdampingan

Dan aku pun ikhlas apabila ini adalah kehendaknya. Kau tak perlu merajuk sedih dengan segala ketetapan. Bukankah Allah yang Maha membolak balikkan hati seseorang? Karena aku merasa indah jika hatiku teruntukNya saja.

Tak perlu ada yang dipertahankan dan tak perlu ada yang diperjuangkan lagi. Nyatanya aku sudah pasrah dengan ketetapan takdirNya.

Walaupun masih perlu melintasi beberapa genangan air mata yang begitu sesak untuk beberapa pekan kurasa. Aku anggap itu adalah sebuah proses usaha menerima lapang dada. Tentang sebuah kenyataan yang sudah diatur olehNya. Dan beberapa petunjuk yang ditunjukkan OlehNya.

Kau takkan pernah melihatku sekedar berduaan dengan pria lainnya. Karena tidak ada proses dalam keduanya jika itu hanya sebata saling mengenal. Karena suatu saat aku akan tetap sendiri dalam keterjagaan iman. Mempertahankan rasaku hanya untuk Sang Pencipta saja. Dan dikemudian hari kau akan melihatku berdampingan dengan pria pilihan Allah. Yang telah diukir dalam ketetapan takdirNya. Berdampingan setelah ikatan halal itu melintang suci diantara kedua insan. Atau bisa juga kau akan melihatku karena malaikat maut menjemputku dahulu. Kemudian berdampingan dengan pangeran surga dilangit sana.

Karena aku pun tak tau, yang aku tau adalah hanya menjaga kesendirianku dalam keteguhan iman. Tanpa sebatas basa basi kepada pria lainnya. Tanpa sebatas menerima rayuan kepada lainnya. Karena aku pun tau, yang pantas untuk menerima perhatianku dan menerima rayuanku hanyalah dia yang telah “halal” untukku.

Iklan
Diposkan pada Diary

Bukan Sebuah Nama

Kau tau? Kini aku enggan lagi enggan dan enggan untuk sejenak mengingat beberapa kenangan yang mendalam.

Aku ingin sekali melontarkan beberapa pertanyaan untukmu ;

Apakah dia yang barusan kau rayu itu lebih baik dariku? Lebih menarik dan lebih cantik dariku? Mampukah dia , wanita itu membuatmu sadar dan mengingat jalan kebenaran yang sudah RabbMu tetapkan? Mampukah dia memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk kehidupanmu? Apakah dia sudah nampak lebih shalihah dari gadis berhijab jingga? Apakah dia adalah wanita yang keibuan, penuh kasih sayang dan penyuka anak²? Apakah dia bisa memasakkanmu suatu saat makanan yang lezat? Merawat dirinya menjaga kesuciannya hanya untukmu saja? Apakah dia begitu taat kepada Allah, dan begitu shalihah? Apakah dia adalah wanita suka membuatmu tertawa? Apakah dia adalah wanita yang romantis? Apakah dia sudah mempersiapkan atau sedang mempersiapkan dirinya menjadi seorang istri dan ibu yang baik kelak? Apakah dia bisa menemanimu dan membuatmu berfikir tentang apa yang harus kau lakukan demi masa depanmu? Apakah dia memiliki sifat apa adanya tanpa jaim sedikitpun dihadapanmu? Apakah dia berhati lembut, suka tersentuh dan empati terhadap umat islam yang sedang teraniaya seperti disuriah Rohingya dan sebagainya? Apakah dia lebih baik dariku? Tanyakan pada dirimu sendiri.

Apa yang kau inginkan ? Apa yang kau pahami? Kau tau nyatanya kau bukan lelaki yang menjaga kesendirianmu dalam ketaatan dan keimanan”

Apakah perlu kukisahkan sebuah kisah dalam keterjagaan iman, walaupun aku sudah sangat menjaga diri dari interaksi bersama lawan jenis. Bahkan prinsip untuk tak bersentuhan kepada non mahram kuteguhkan . Berbicara sekedar keperluan saja, dan begitu banyak yang mendekati dan mencoba menaklukkanku, aku pun tau. Namun aku tetap acuh dan tidak peduli.

Tapi satu, memang hatiku belum teguh untuk suci kembali tanpa rindu yang berdosa. Satu, yang saat itu kau ukir dalam beberapa puisimu. Aku pun masih mengingatnya kau menulis “aku akan mempertahankan rasa ini sampai waktunya tiba” . Tetapi sepertinya aku terlalu lugu untuk mempercayai pria bahkan mantan playboy sepertimu.

Berdoa saja dan buktikan saja ke Rabbmu, yang aku yakini. Hanya sebuah keajaiban saja suatu saat jika memang aku adalah tulang rusukmu.

Kini biarkan aku fokus kepada masa depan ,mimpi, harapan dan sebagainya. Sudah kurajut aksaraku menjadi doa doa yang kupinta kepada Sang Pencipta.

Tentang sebuah belahan jiwa yang kelak dapat sehidup sesurga, tentang sebuah pemilik rusuk ini yang kelak memang pantas dari lahir dan batin, yang terbaik dariNya pun ku langitkan kepada pencipta.

Karena kini dalam dedoaku “bukan sebuah nama” lagi yang mnemani, namun sebuah harapan yang tak terlihat nyata.

Diposkan pada Puisi

Utuh

Sudah beberapa waktu

Dipenghujung rindu

Karena kini utuhku

Belum milik siapapun

Sudah ratusan malam

Dan ribuan bintang temaram

Beberapa purnama

Tak kunjung sudah menyapa

Jutaan kicauan burung mendengung

Meninggalkan gema suara diujung

Senja juga telah meninggalkan pesonanya

Hatiku masih utuh mencintai segala ciptaanNya

Beberapa rindu bersahabat dengan pilu

Air mata bermesra dengan sendu

Tetap saja hatiku masih utuh

Menjaga hanya untukNya

Diposkan pada Cerpen

Kode (1)

Sebut saja zahra, dia sedang hidup merantau jauh diluar kota. Untuk menuntut ilmu demi memenuhi perintah Sang Khalik. Tinggal bersama paman dan bibinya, semua dilakukan demi mencari pengalaman baru, menguji mental dan juga keteguhan keimanannya. Ujian lambat laun seringkali mendatanginya. Rumahnya berada disebuah desa terpencil dibawah gunung ijen tepatnya, kabupaten bondowoso.

Sedangkan Zahra berkuliah di Universitas Islam Hidayatullah Jakarta.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun. Banyak sekali ujian ujian yang ditempuhnya perlahan datang dan kemudian pergi begitu saja. Hidup dikota orang memang tak semudah dibayangkan, terlebih lagi hidup dirumah pamannya yang memiliki emosi luar biasa meletup letup setiap harinya. Yang sangat berbanding terbalik dengan ayahnya yang begitu sabar menghadapi keegoisan zahra.

Tak sia sia zahra telah belajar bersabar sejak usianya yang ke 15 tahun, hingga kini usianya telah menginjak 21 tahun. Masyaallah menjadi orang sabar itu tak mudah. Namun jangan sekali kali saja membuat kesalahan fatal hingga mempengaruhi kehidupannya. Karena keikhlasan dalam hatinya tak mudah ia lakukan. Zahra pun masih belajar tentang arti sebuah ikhlas sebenarnya. Jika orang lain marah mungkin sekedar ngomel semata. Berbeda dengan zahra, ia akan mengacuhkanmu dan benar benar menganggapmu tak ada. Ketika zahra sedang marah, ia benar benar menganggapmu hanya sebatas benda mati yang tak berharga. Dan jika ia marah karena kesalahan yang fatal, tak mudah untuk meminta ikhlas dalam hatinya. Walaupun ia bersikeras mengikhlaskan. Ia pun dapat ikhlas. Namun tentang menerima kenyataan tak mudah ia lapangkan dadanya. Perlu beberapa waktu lama hingga dia bisa ridlo dengan segala yang terjadi.

Kemudian dari perlahan waktu yang menyapa, zahra pun sedang berada jauh merantau demi menuntut ilmu. Dan kini sudah jalan tahun ke 2 dirinya jauh dari keluarganya..Tiba-tiba ibunya menelepon dan mengisahkan kejadian tadi malam .

“Assalamualaikum zahra, ini mamah” sahut ibunya dari handphone tersebut

“Iya mah waalaikumsalam, ada apa” sejenak tenang jawaban salam dari zahra

“Mama mau cerita, semalam ada yang bertamu dengan saudaranya. Namanya Rendy, katanya dia mengenali kamu. Dia terus terang berkata menyukai kamu, jatuh cinta ke kamu. Dan memiliki tujuan serius dalam kehidupanmu. Rencananya jika esok lebaran kamu pulang, dia akan segera menunangkan kamu. Kemudian kan setahun berjalan kan kamu udah lulus, kamu pulang lagi saat lebaran. Dia akan melamarmu. Jujur saja zahra , mama suka sama Rendy, dia ganteng dan mapan sudah memiliki segalanya untuk menjamin kehidupanmu. Bahkan saat dia bertamu, dia tak membawa tangan kosong. Melainkan begitu banyak makanan yang dia bawakan untuk mama dan adik adikmu ini. Dia sempat akrab mengobrol dengan adik lelakimu. Karena pantaran usia yang tak tertaut jauh dengan adik lelakimu (Putra) . Rendy saja juga sudah sering berchatting dan mengajak si Putra keluar, sudah layaknya seperti adik kakak. Seringkali Rendy mengajaknya renang, bermain kemana saja, mereka sangat cocok. Maaf mama baru cerita ini kekamu. Tapi semua keputusan ada dikamu Zahra ” dengan ocehan panjang lebar yang ibu zahra ceritakan kepadanya.

“Rendy!? Mah? Ihhh dia ngapain sihh. Yaudahlah mahh iya gak papa. Aku tutup telepon nya yahh, mau ngampus bentar lagi. Assalamualaikum mahh” sahu zahra dari teleponnya

“Waalaikumsalam” jawab salam dari sang ibunda tercinta.

Dan zahra berfikir dengan kegundahan nya. Terus berkecamuk antara hati dan fikiran nya.

“Rendy ya Allah? Bagaimana bisa dia datang kembali ke kehidupan ku? Bagaimana bisa secerdas itu dia mengambil alih keluargaku. Seolah olah telah menjadi sebagian dari keluargaku. Apakah dia memang sudah berubah? Aku sudah menolaknya, akupun menutupi diriku dan benar benar menghilang dari segala kehidupan nya termasuk sosmednya. Baru 2 tahun lalu aku benar benar menghilang darinya, dan kini

dia datang kembali? Jika dia sudah menyentuh hati ibuku dan adik²ku? Bagaimana lagi caraku menolaknya? Ya Rabb..bagaimana bisa dengan tepatnya dia begitu tahu tentang keluarga ku. Aku memang begitu sayang dengan keluarga ku. Tapi ini…!??

Tangisannya luruh, zahra tidak membenci Rendy..hanya saja dia yakin dengan perjalanan takdir yang Allah putuskan dalam kehidupannya.

“Apakah ini takdirku? Apakah dia jodohku? Ahh sudahlah rasanya tak perlu kupikirkan lagi. Aku harus fokus mengejar nilai dan terus belajar untuk menjadi sarjana dengan lulusan terbaik seangkatanku ini ”

Hari berganti hari tahun berganti tahun. Dan kini lebaran telah tiba. Seperti biasa zahra selalu pulang dihari H-3 sebelum lebaran. Dan dikala telah sampai dalam perjalanan nya . Kini zahra pulang dan merayakan lebaran bersama keluarga tercintanya.

Tak disangka H+2 tamu yang berbeda datang kerumahnya. Dia lelaki tampan dan mapan yang seperti ibunya ceritakan . Dia lelaki yang pernah zahra tolak disaat ia menyatakan cinta dan mempermalukan zahra didepan umum.

“Ya Rabb kenapa dia datang😭. Yang kuinginkan hanya seorang lelaki yang sholih, bukan lelaki penakluk wanita sejenis ini. “Suara Jeritan hati zahra

Dan Rendy bertamu dengan saudara kandungnya, begitu akrab menyapa adik lelaki zahra yaitu putra. Seolah olah menjadi kawan dan sahabat. Ibu zahra menyambut dengan kehangatan , dan ayah zahra menyambutnya dengan senyuman tipus seperti biasa.

Zahra nyesel pulang, kenapa harus bertemu dia lagi coba. Ketika Rendy menatap zahra, hatinya berdesir begitu hebat. Rendy sudah sangat sangat yakin dengan zahra. Tapi zahra sangat sangat ragu dengan rendy. Perlu beribu ribu alasan untuknya menerima rendy kembali dalam hidupnya.

Zahra membuatkan minuman dan membawakan nampan serta beberapa cangkir minuman. Sambil menyajikan didepan Rendy dengan pakaian syar’i membaluti tubuhnya. Berhijab pink yang begitu menawan hati Rendy.

Zahra menyajikannya dengan wajah datar, tanpa senyuman . Sesungguhnya zahra kesal sangat kesal. Kemudian zahra tak duduk diruang tamu untuk menemani Rendy sekedar mengobrol. Zahra menyerahkan sepenuhnya kepada putra dan ibunya. Zahra langsung masuk kamar.

Ibu zahra merasa tak enak dengan sikap zahra seperti itu, namun ibunya membiarkan saja. Kemudian Rendy dan saudaranya hanya mengobrol dengan siputra.

Dalam kamar , zahra membuka handphone dan menerima WhatsApp dengan nomor tak dikenalinya. Dan ternyata itu adalah Rendy. Tentu saja Rendy memiliki nomornya, pasti dapar dari Putra adiknya. Ahh rasanya Rendy sudah mengetahui zahra dari adiknya saja.

Dalam chatting WhatsApp

Rendy : Assalamualaikum cantik😊

Zahra : Waalaikumsalam 😒

Rendy : Kok emotnya begitu?

Zahra : Iya lagi bete sm km, ngapain kesini sih!?

Rendy : Mau ngelamar km lah 🤗💋💗

Zahra : Ihh emotnya pake kiss segala😡😠

Rendy : Galak banget sih sayang 😆

Zahra : Biarin, karena pake perisai dingin saja gak mempan. Jadi skg perisainya galak!

Rendy :💋💋💋💋💋

Zahra :😡

Rendy :💗

Kemudian zahra meninggalkan hpnya, lucu saja Rendy berada dalam ruang tamu dan zahra dalam kamar. Ini karena zahra yang tak ingin bertemu. Tetapi malah chattingan dengan Rendy.

Begini saja rendy sudah senang dan sedikit lucu dengan tingkah Zahra yang ngambek.

Zahra benar benar gundah. Pikirannya sudah melayang gak karuan .

“Bagaimana jika bapak menyetujuinya? Huaaa mamah😭😭 aku takut kalo sehidup serumah dengannya. Bagaimana kalo aku diselingkuhi? Dan aku dipoligami?😭 Diakan playboy, dia dulu pernah jadi playboy. Sedangkan aku tipe pencemburu banget 😖😢.. Yang ada aku bakalan makan hati terus kalo sehidup serumah dengannya. Bagaimana bisa aku memilih seorang imam seperti dia? Aku tak yakin dengan jalan hijrahnya. Apakah keimanan dan kesholihan dia memang sudah tangguh? Yang aku tau dia hanya lelaki playboy yang suka menodai kesucian dirinya dan juga kesucian wanita wanita lainnya”

Begitulah isi pikiran dan hati zahra yang sedang berkecamuk gak jelas.

Disisi lain hati dan fikiran Rendy “Zahra, dengan cara apapun akan kudapatkan kamu. Aku sudah sangat yakin, aku benar benar ingin memiliki kamu, hatimu, cintamu dan segalanya. Egois? Memang egois, namun egoisku demi kebaikan..karena aku menginginkan calon ibu yang shalihah untuk anak anakku kelak. Aku gak akan ninggalin kamu zahra, aku pasti akan memiliki kamu. Aku sudah berubah sebanyak ini zahra, kamu bidadari yang Allah kirimkan, malaikat yang Allah kirimkan untuk menyadarkanku dan meraih jalan kehidupan yang baik menuju surgaNya. Akupun sudah melewati beberapa ujian keimanan setelah perjalanan hijrahku ini. Yang tak perlu kau ketahui, karena aku akan memilih partner hidupku menuju surgaNya. Bersamamu Zahra, cuma sama kamu. Dan aku sudah beristikharah berkali kali, tetap saja jawabannya adalah rumahmu”

……….

Bersambung ke part 2

Diposkan pada Cerpen

Alasan?

Apa yang kau harapkan dariku? Bagaimana bisa aku menerima mu kembali menjadi bagian dari kehidupanku? Bukankah sudah sangat jelasnya siapa yang sangat mudahnya berbuat kesalahan dan menghianati beberapa kepercayaan. Alasan apalagi untukku menerimamu kembali? Aku sudah tidak punya alasan, jika saja kau telah berubah menjadi pria sholih ,hijrah dan Allah sudah benar benar menguji keimananmu , dengan ujian keimanan dan kehidupan yang Dia berikan kau sudah tangguh. Aku masih ada alasan lagi untuk menerima lamaranmu itu , karena rosul saja menganjurkan untuk tidak menolak pria sholih.

Tapi kini? Apakah kau sedang bermain main dengan takdir Allah? Pikirkan saja sejenak, apa alasanku untuk menerimamu? sedangkan kamu hanya sebatas lelaki yang sangat pandai membuat fitnah untuk dirimu sendiri, apa kau tak tau selama ini aku menjaga. Menjaga seluruhnya seutuhnya, sedangkan kamu hanya lelaki yang sukai menodai kesucianmu dan juga kesucian wanita lainnya!

Tangisan wanita tersebut luruh begitu saja, entah apa yang sedang difikirkannya. Rasanya untuk dia kembali datang tanpa perubahan yang lebih baik, bekum pantas dilakukan. Belum bisa menaklukki hati wanita tersebut.

“Jika kamu menginginkan jawaban dari lamaranmu ini, aku perlu waktu untuk istikharah selama beberapa waktu”. Sambil menatap dengan mata yang penuh air mata, hampir meluap hingga membasahi pipinya. Tentu saja, wanita ini perlu alasan beribu ribu kali untuk memikirkan dan mencari petunjuk dari RabbNya, benarkah dia adalah imam yang Allah persiapkan?

Ya Rabb bagaimana bisa aku menerima dia? Sedangkan dia dan masa lalunya? Apakah benar hijrah yang dilakukan itu? Aku takut suatu saat jika sehidup serumah dengannya , dia hanya berlaku sewenang wenang mendzolimi aku. Aku takut Ya Allah, aku takut.. kenapa kau tak jodohkan aku dengan pangeran surga saja. Aku benar benar ingin menjadi pengantin surga, bukan pengantin di Dunia.

Aku tau banyak sekali lelaki yang mengejarku, karena tau beberapa prestasi dan kelebihanku. Apalagi mereka hanya tertarik karena wajah yang Engkau amanahkan kepadaku ini, wajah ini seharusnya kucadar. Ya Allah, aku muak benar benar muak. Beberapa pria menilaiku dengan paras dan fisik saja, beberapanya pula dengan kecerdasan dan beberapa kemampuanku saja. Namun sungguh, aku hanya mengharapkan seorang imam yang benar beanr tangguh dan keras terhadap setiap perintahMu, namun begitu lembut dalam membimbing dan mengajarkan beberapa titahMu kepada wanita mahramnya.

Aku tau didunia ini tak ada yang sempurna, biarpun aku menginginkan lelaki yang seimbang dengan diriku. Masa lalu sama, kemampuan sama, paras sepadan, kecerdasan yang sama, dan kesholihahn yang selaras. Tapi rasanya nihil, jika tipe pria seperti itu selalu memilih wanita wanita shalihah yang memang benar benar shalihah dengan prestasi calon ustadzah dan beberapa gelar latar belakang pendidikan sejurus dengan keagamaan. Sedangkan aku? Hafal juz 30 saja begitu bodohnya, tak hafal hafal.

Sudahlah ya Rabb, kini aku benar benar berserah mdalam kehidupanku, dalam istikharah yang kujalani secara perlahan. Siapapun pilihan dan petunjukmu. Aku harus ridlo dan ikhlas untuk menerimanya, karena aku yakin hanya eEngkau Sang Khalik yang mengetahui yang terbaik untukku. Setidaknya Ya Allah cukup satu pintaku, berikan yang sehidup sesurga. Yang kelak cinta itu dibangun diatas taqwa.

Diposkan pada Cerpen

Tumbuh Memikat

Lihatlah gadis kecil dahulu, kawan bermain yang selalu kau godai habis habisan. Hingga dia benar benar membenci kamu dan seluruh kehidupanmu.
Kini dia telah berhasil tumbuh dewasa bersama kecantikkannya yang sangat memikat, bersama kecerdasannya sebagai wanita yang ternyata banyak pria takluk kepadanya. Banyak pria yang mengidam – idamkan dia . Namun dia tak murahan, karena sangat sangat sulit ditaklukkan.

Gadis itu ingin membuktikkan dan membalas beberapa dendam yang sempat tertunda dimasa lalu. Masa dimana yang seharusnya kau tak perlu terus terusan membuat jengkel hari harinya. Masa dimana yang seharusnya kau mulai enggan lagi menggodanya.

Dikala dia tumbuh remaja hingga dewasa dengan beberapa pilu dan luka, kau hanya sekedar menikmati beberapa wanita murahan yang kau puja. Hingga puas hasratmu tak redam redam jua.

Dan kini kau suka terpana melihat kawan kecilmu yang sempat membencimu, jujur saja kau mahir memperlakukan wanita menyanjung setiap wanita. Namun satu, kau takkan dapat menaklukkanku, sebelum kau dahulu yang takluk dan tersakiti oleh rasamu sendiri.

Entahlah kenapa dia begitu membencimu, walaupun terselip beberapa kagum pada karaktermu . Namun tetap saja, kau adalah selembaran kisah dan tokoh yang harus tertuntaskan.

Karena kau adalah satu satunya pria yang tak banyak berkata kata namun miris dengan perbuatan, kau satu satunya pria yang tak sempat melontarkan kata dan mengakui bahwa aku memang menawan. Kau satu satunya pria yang belum sempat tertipu dari buaian semu. Ingin sekali kudengar darimu kata kata bahkan beberapa pujian seperti pujian pujian ibumu yang suka memujiku, namun kau tenggelam bersama waktu dan jarak yang tak menentu. Bersama perempuan lainnya yang kuanggap tak ada levelnya jika dibandingkan olehku.

Kau masih saja menikmati duniamu dan tetap saja terbutakan oleh beberapa fatamorgana dan kenikmatan semu. Dikala gadis ini benar benar sendiri dalam pilu dan luka, kau asyiknya menikmati setiap wanita murahan yang datang dan pergi terus berkenalan hingga usiamu kini telah dewasa dan kita sempat bersua

Nyatanya sudah satu dekade lamanya bahkan lebih aku mengenalmu, namun hanya sebatas mendengar kabar burung dari titipan hembusan angin. Jujur saja, aku tau dari pandangan terdalam matamu yang menyiratkan beberapa rasa sejak dahulu kita masih kecil. bahkan ibumu begitu mengidamkan diri perempuan ini, namun sungguh beberapa lukamu dapat terobati apabila kau benar benar meninggalkan segalanya dan kembalilah kejalanNya.Ahhh jarak waktu kisah ini layaknya habibi dan ainun saja.

Dengan kesungguhan aku masih ingin membuktikan beberapa dendam yang kelak kau meihatnya akan benar benar terpana dengan mata yang menghitam.

Diposkan pada Artikel

Penyakit Al-Isyq (Cinta)

TERAPI RASULULLAH DALAM PENYEMBUHAN PENYAKIT AL-ISYQ (CINTA)

Oleh
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Mukaddimah
Virus hati yang bernama cinta ternyata telah banyak memakan korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja yang nekat bunuh diri disebabkan putus cinta, atau tertolak cintanya. Atau anda pernah mendengar kisah Qeis yang tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yang bermula sejak mereka bersama mengembala domba ketika kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika laila dipersunting oleh pria lain. Apakah anda pernah mengalami problema seperti ini atau sedang mengalaminya? mau tau terapinya? Mari sama-sama kita simak terapi mujarab yang disampaikan Ibnu Qoyyim dalam karya besarnya Zadul Ma’ad.

Beliau berkata : Gejolak cinta adalah jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus disebabkan perbedaannya dengan jenis penyakit lain dari segi bentuk, sebab maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.

Allah mengkisahkan penyakit ini di dalam Al-Quran tentang dua tipe manusia, pertama wanita dan kedua kaum homoseks yang cinta kepada mardan (anak laki-laki yang rupawan). Allah mengkisahkan bagaimana penyakit ini telah menyerang istri Al-Aziz gubernur Mesir yang mencintai Nabi Yusuf, dan menimpa Kaum Luth. Allah mengkisahkan kedatangan para malaikat ke negeri Luth

Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina “.Mereka berkata: “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” Luth berkata: “Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”. (Allah berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”. [Al-Hijr: 68-72]

KEBOHONGAN KISAH CINTA NABI DENGAN ZAINAB BINTI JAHSY
Ada sekelompok orang yang tidak tahu menempatkan kedudukan Rasul sebagaimana layaknya, beranggapan bahwa Rasulullah tak luput dari penyakit ini sebabnya yaitu tatkala beliau melihat Zaenab binti Jahsy sambil berkata kagum: Maha Suci Rabb yang membolak-balik hati, sejak itu Zaenab mendapat tempat khusus di dalam hati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, oleh karena itu Beliau berkata kepada Zaid bin Haritsah: Tahanlah ia di sisimu hingga Allah menurunkan ayat:

“Artinya : Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni`mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni`mat kepadanya : “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi” [Al-Ahzab :37] [1]

Sebagain orang beranggapan ayat ini turun berkenaan kisah kasmaran Nabi, bahkan sebagian penulis mengarang buku khusus mengenai kisah kasmaran para Nabi dan meyebutkan kisah Nabi ini di dalamnya. Hal ini terjadi akibat kejahilannya terhadap Al-Quran dan kedudukan para Rasul, hingga ia memaksakan kandungan ayat apa-apa yang tidak layak dikandungnya dan menisbatkan kepada Rasulullah suatu perbuatan yang Allah menjauhkannya dari diri Beliau .

Kisah sebenarnya, bahwa Zainab binti Jahsy adalah istri Zaid ibn Harisah .–bekas budak Rasulullah– yang diangkatnya sebagai anak dan dipanggil dengan Zaid ibn Muhammad. Zainab merasa lebih tinggi dibandingkan Zaid. Oleh Sebab itu Zaid ingin menceraikannya. Zaid datang menemui Rasulullah minta saran untuk menceraikannya, maka Rasulullah menasehatinya agar tetap memegang Zainab, sementara Beliau tahu bahwa Zainab akan dinikahinya jika dicerai Zaid. Beliau takut akan cemoohan orang jika mengawini wanita bekas istri anak angkatnya. Inilah yang disembunyikan Nabi dalam dirinya, dan rasa takut inilah yang tejadi dalam dirinya. Oleh karena itu di dalam ayat Allah menyebutkan karunia yang dilimpahkanNya kepada Beliau dan tidak mencelanya karena hal tersebut sambil menasehatinya agar tidak perlu takut kepada manusia dalam hal-hal yang memang Allah halalkan baginya sebab Allah-lah yang seharusnya ditakutinya. Jangan Sampai beliau takut berbuat sesuatu hal yang Allah halalkan karena takut gunjingan manusia, setelah itu Allah memberitahukannya bahwa Allah langsung yang akan menikahkannya setelah Zaid menceraikan istrinya agar Beliau menjadi contoh bagi umatnya mengenai kebolehan menikahi bekas istri anak angkat, adapun menikahi bekas istri anak kandung maka hal ini terlarang.sebagaimana firman Allah:

“Artinya : Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu” [Al-Ahzab: 40]

Allah berfirman di pangkal surat ini:

“Artinya : Dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja” [Al-Ahzab : 4]

Perhatikanlah bagaiamana pembelaan terhadap Rasulullah ini, dan bantahan terhadap orang-orang yang mencelanya. Wabillahi at-Taufiq.

Tidak dipungkiri bahwa Rasulullah sangat mencintai istri-istrinya. Aisyah adalah istri yang paling dicintainya, namun kecintaannya kepada Aisyah dan kepada lainnya tidak dapat menyamai cintanya tertinggi, yakni cinta kepada Rabbnya. Dalam hadis shahih:

“Artinya : Andaikata aku dibolehkan mengambil seorang kekasih dari salah seorang penduduk bumi maka aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih”[2]

KRITERIA MANUSIA YANG BERPOTENSI TERJANGKIT PENYAKIT AL-ISYQ
Penyakit al-isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahbbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dariNya dan dipenuhi kecintaan kepada selainNya. Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu dengaanNya pasti akan kebal terhadap serangan virus ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf alaihis salam:

“Artinya ; Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” [Yusuf : 24]

Nyatalah bahwa Ikhlas merupakan immunisasi manjur yang dapat menolak virus ini dengan berbagai dampak negatifnya berupa perbuatan jelek dan keji.Artinya memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu .

Berkata ulama Salaf: penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya. Allah berfirman mengenai Ibu Nabi Musa:

“Artinya ; Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya” [Al-Qasas :11]

Yakni kosong dari segala sesuatu kecuali Musa karena sangat cintanya kepada
Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa.

BAGAIMANA VIRUS INI BISA BERJANGKIT ?
Penyakit al-isyq terjadi dengan dua sebab, Pertama : Karena mengganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua: perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini tiada niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun Penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.

MAKHLUK DICIPTAKAN SALING MENCARI YANG SESUAI DENGANNYA
Berkata Ibn al-Qayyim: ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmahNya menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya, secara fitrrah saling tertarik dengan jenisnya, sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.

Rahasia adanya percampuran dan kesesuaian di alam ruh akan mengakibatkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya perbedaan di alam ruh akan berakibat tidak adanya keserasian dan kesesuaian. Dengan cara inilah
tegaknya urusan manusia. Allah befirman:

“Artinya : Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya” [Al-A’raf :189]

Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tentram dan senang seorang lelaki terhadap pasangannya karena berasal dari jenis dan bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tidak bergantung dengan kecantikan rupa, dan tidak pula karena adanya kesamaan dalam tujuan dan keingginan, kesamaan bentuk dan dalam mendapat petunjuk, walaupun tidak dipungkiri bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab ketenangan dan timbulnya cinta.

Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadisnya:

“Artinya : Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih “[3]

Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa asbabul wurud hadis ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah nabi mengucapkan hadis ini.

Karena itulah syariat Allah akan menghukumi sesuatu menurut jenisnya, mustahil syariat menghukumi dua hal yang sama dengan perlakuan perbeda atau mengumpulkan dua hal yang kontradiktif. Barang siapa yang berpendapat lain maka jelaslah karena minimnya ilmu pengetahuannya terhadap syariat ini atau kurang memahami kaedah persamaan dan sebaliknya.

Penerapan kaedah ini tidak saja berlaku di dunia lebih dari itu akan diterapkan pula di akhirat, Allah berfirman:

“Artinya : (kepada malaikat diperintahkan): Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah” [As-Shaffat : 23]

Umar ibn Khtaab dan seteelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai tafsiran wajahum yakni yang sesuai dan mirip dengannya .Allah juga berfirman

“Artinya : Dan apabila jiwa dipertemukan” [At-Takwir : 7]

Yakni setiap orang akan digiring dengan orang-orang yang sama prilakunya dengannya, Allah akan menggiring antara orang-orang yang saling mencintai kareNya di dalam surga dan akan menggiring orang orang yang saling bekasih-kasihan diatas jalan syetan di neraka Jahim, tiap oran akan digiring dengan siapa yang dicintainya mau tidak mau. Di dalam mustadrak Al-Hakim disebukan bahwa Nabi bersabda:

“Artinya : Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali akan digiring bersama mereka kelak” [4]

CINTA DAN JENIS-JENISNYA
Cinta memiliki berbagai macam jenis dan tingkatan, yang tertinggi dan paling mulia adalah mahabbatu fillah wa lillah (cinta karena Allah dan di dalam Agama Allah) yaitu cinta yang mengharuskan mencintai apa-apa yang dicintai Allah, yang dilakukan berlandaskan cinta kepada Allah dan RasulNya.

Cinta berikutnya adalah cinta yang terjalin karena adanya kesamaan dalam cara hidup, agama, mazhab, idiologi, hubungan kekeluargaaan, profesi dan kesamaan dalam hal-hal lainnya.

Diantara jenis cinta lainnya yakni cinta yang motifnya karena ingin mendapatkan sesuatu dari yang dicintainya, baik dalam bentuk kedudukan, harta, pengajaran dan bimbingan, ataupun kebutuhan biologis. Cinta yang didasari hal-hal seperti tadi yaitu al-mahabbah al-‘ardiyah– akan hilang bersama hilangnya apa-apa yang ingin didapatnya dari orang yang dicintai. Yakinlah bahwa orang yang mencintaimu karena sesuatu akan meninggalkanmu ketika dia telah mendapat apa yang diinginkannya darimu.

Adapun cinta lainnya adalah cinta yang berlandaskan adanya kesamaan dan kesesuaian antara yang mencintai dan yang dicinta. Mahabbah al-isyq termasuk cinta jenis ini tidak akan sirna kecuali jika ada sesuatu yang menghilangkannya. cinta jenis ini, yaitu berpadunya ruh dan jiwa, oleh karena itu tidak terdapat pengaruh yang begitu besar baik berupa rasa was-was, hati yang gundah gulana maupun kehancuran kecuali pada cinta jenis ini.

Timbul pertanyaan bahwa cinta ini merupakan bertemunya ikatan batin dan ruh, tetapi mengapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan? Bahkan kebanyakan cinta seperti ini hanya sepihak dari orang yang sedang kasamaran saja, jika cinta ini perpaduan jiwa dan ruh maka tentulah cinta itu akan terjadi antara kedua belah pihak bukan sepihak saja?

Jawabnya yaitu bahwa tidak terpenuhinya hasrat disebabkan kurangnya syarat tertentu, atau adanya penghalang sehingga tidak terealisasinya cinta antara keduanya. Hal ini disebabkan tiga faktor ; Pertama: bahwa cinta ini sebatas cinta karena adanya kepentingan, oleh karena itu tidak mesti keduanya saling mencintai, terkadang yang dicintai malah lari darinya. Kedua: adanya penghalang sehingga dia tidak dapat mencintai orang yang dicintanya, baik karena adanya cela dalam akhlak, bentuk rupa, sikap dan faktor lainnya. Ketiga: adanya penghalang dari pihak orang yang dicintai.

Jika penghalang ini dapat disingkirkan maka akan terjalin benang-benang cinta antara keduanya. Kalau bukan karena kesombongan, hasad, cinta kekuasaan dan permusuhan dari orang-orang kafir, niscaya para rasul-rasul akan menjadi orang yang paling mereka cintai lebih dari cinta mereka kepada diri, keluarga dan harta.

TERAPI PENYAKIT AL-ISYQ
Sebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al-isyq dapat disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu. Diantara terapi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka inilah terapi yang paling utama. Sebagaimana terdapat dalam sahihain dari riwayat Ibn Mas’ud Radhiyallahu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Hai sekalian pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah maka hendaklah dia menikah , barang siap yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina)”.

Hadis ini memberikan dua solusi, solusi utama, dan solusi pengganti. Solusi petama adalah menikah, maka jika solusi ini dapat dilakukan maka tidak boleh mencari solusi lain. Ibnu Majah meriwaytkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan”.

Inilah tujuan dan anjuran Allah untuk menikahi wanita, baik yang merdeka ataupun budak dalam firman-Nya:

“Artinya : Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah”.[An-Nisa : 28]

Allah menyebutkan dalam ayat ini keringanan yang diberikannya terhadap hambaNya dan kelemahan manusia untuk menahan syahwatnya dengan membolehkan mereka menikahi para wanita yang baik-baik dua, tiga ataupun empat, sebagaimana Allah membolehkan bagi mereka mendatangi budak-budak wanita mereka. Sampai-sampai Allah membuka bagi mereka pintu untuk menikahi budak-budak wanita jika mereka butuh sebagai peredam syahwat, keringanan dan rahmati-Nya terhadap makluk yang lemah ini.

2. Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan karena tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihinya karena ketentuan syar’i dan takdir, penyakit ini bisa semangkin ganas. Adapun terapinya harus dengan meyakinkan dirinya bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil terjadi, lebih baik baginya untuk segera melupakannya. Jiwa yang berputus asa untuk mendapatkan sesuatu, niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya. Jika ternyata belum terlupakan, akan berpengaruh terhadap jiwanya sehingga semangkin menyimpang jauh.

Dalam kondisi seperti ini wajib baginya untuk mencari terapi lain yaitu dengan mengajak akalnya berfikir bahwa menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil dapat dijangkau adalah perbuatan gila, ibarat pungguk merindukan bulan. Bukankah orang-orang akan mengganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang tidak waras?

Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicintainya tertutup karena larangan syariat, terapinya adalah dengan mengangap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi miliknya. Jalan keselamatan adalah dengan menjauhkan dirinya dari yang dicintainya. Dia harus merasa bahwa pintu kearah yang diingininya tertutup, dan mustahil tercapai.

3. Jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada kemungkaran masih tetap menuntut, hendaklah dia mau meninggalkannya karena dua hal, pertama karena takut (kepada Allah) yaitu dengan menumbuhkan perasaan bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat, lebih baik dan lebih kekal. Seseorang yang berakal jika menimbang-nimbang antara mencintai sesuatu yang cepat sirna dengan sesuatu yang lebih layak untuk dicintai, lebih bermanfaat, lebih kekal dan lebih nikmat, akan memilih yang lebih tinggi derajatnya. Jangan sampai engkau menggadaikan kenikmatan abadi yang tidak terlintas dalam pikiranmu dengan kenikmatan sesaat yang segera berbalik menjadi sumber penyakit. Ibarat orang yang sedang bermimpi indah, ataupun menghayal terbang melayang jauh, ketika tersadar ternyata hanyalah mimpi dan khayalan, akhirnya sirnalah segala keindahan semu, tinggal keletihan, hilang nafsu dan kebinasaan menunggu.

Kedua keyakinan bahwa berbagai resiko yang sangat menyakitkan akan ditemuinya jika dia gagal melupakan yang dikasihinya, dia akan mengalami dua hal yang menyakitkan sekaligus, yaitu:gagal dalam mendapatkan kekasih yang diinginkannya, dan bencana menyakitkan dan siksa yang pasti akan menimpanya. Jika yakin bakal mendapati dua hal menyakitkan ini niscaya akan mudah baginya meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicinta.Dia akan bepikir bahwa sabar menahan diri itu lebih baik. Akal, agama , harga diri dan kemanusiaannya akan memerintahkannya untuk bersabar sedikit demi mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Sementara kebodohan, hawa nafsu, kezalimannya kan memerintahkannya untuk mengalah mendapatkan apa yang dikasihinya . orang yang terhindar adalah orang-orang yang dipelihara oleh Allah.

4. Jika hawa nafsunya masih tetap ngotot dan tidak terima dengan terapi tadi, maka hendaklah berfikir mengenai dampak negatif dan kerusakan yang akan ditimbulkannya segera, dan kemasalahatan yang akan gagal diraihnya. Sebab mengikuti hawa nafsunya akan menimbulkan kerusakan dunia dan menepis kebaikan yang datang, lebih parah lagi dengan memperturutkan hawa nafsu ini akan menghalanginya untuk mendapat petunjuk yang merupakan kunci keberhasilannya dan kemaslahatannya.

5. Jika terapi ini tidak mempan juga untuknya, hendaklah dia selalu mengingat sisi-sisi kejelekan kekasihnya,dan hal-hal yang membuatnya dampat menjauh darinya, jika dia mau mencari-cari kejelekan yang ada pada kekasihnya niscaya dia akan mendapatkannya lebih dominan dari keindahannya, hendaklah dia banyak bertanya kepada orang-orang yang berada disekeliling kekasihnya tentang berbagai kejelekannya yang tersembunyi baginya. Sebab sebagaiman kecantikan adalah faktor pendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya demikian pula kejelekan adalah pendorong kuat agar dia dapat membencinya dan menjauhinya. Hendaklah dia mempertimbangkan dua sisi ini dan memilih yang terbaik baginya. Jangan sampai terperdaya dengan kecantikan kulit dengan membandingkannya dengan orang yang terkena penyakit sopak dan kusta, tetapi hendaklah dia memalingkan pandangannnya kepada kejelelekan sikap dan prilakunya, hendaklah dia menutup matanya dari kecantikan fisik dan melihat kepada kejekan yang diceritakan mengenainya dan kejelekan hatinya.

6. Jika terapi ini masih saja tidak mempan baginya, maka terapi terakhir adalah mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah yang senantiasa menolong orang-orang yang ditimpa musibah jika memohon kepadaNya, hendaklah dia menyerahkan jiwa sepenuhnya dihadapan kebesaranNya, sambil memohon, merendahkan dan menghinakan diri. Jika dia dapat melaksankan terapi akhir ini, maka sesunguhnya dia telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah). Hendaklah dia berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya, jangan sampai dia menjelek-jelekkan kekasihanya dan mempermalukannya dihadapan manusia, ataupun menyakitinya, sebab hal tersebut adalah kezaliman dan melampaui batas.

PENUTUP
Demikianlah kiat-kiat khusus untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun ibarat kata pepatah: mencegah lebih baik daripada mengobati, maka sebelum terkena lebih baik menghindar. Bagaimana cara menghindarinya? tidak lain dengan tazkiyatun nafs.

Semoga pembahasan ini bermanfaat.

[Diterjemahkan oleh : Ustadz Ahmad Ridwan,Lc (Abu Fairuz Al-Medani), Dari kitab : Zadul Ma’ad Fi Hadyi Khairi Ibad, Juz 4, halaman 265-274, Penulis Ibnu Qayyim Al-Jauziah]
_______
Footnote
[1]. Ini berita batil yang diriwayatkan oleh Ibn Sa’ad dalam at-Tabaqat/101-102, dan al-Hakim 3/23 dari jalan Muhammad ibn Umar al Waqidi seorang yang Matruk (ditinggalkan)– dan sebagian menggapnya sebagai pemalsu hadis, dari Muhakmmad ibn Yahya ibn Hibban–seorang yang siqah –namun riwayat yang diriwayatkannya dari Nabi sekuruhnya mursal. Kebatilah riwayat ini telah diterangkan oleh para ulama almuhaqqiqin. Mereka berkata: Penukil riwayat ini dan yang menggunakan ayat ini sebagai dalil terhadap prasangka buruk mereka mengenai Rasulullah sebenranya tidak meletetakkan kedudukan kenabian Rasulullah sebagaimana layaknya, dan tidak mengerti makna kemaksuman Beliau. Sesungguhnya yang disembunayikan Nabi di dalam dirinya dan belakangan Allah nampakkan adalah berita yang Allah sampaikan padanya bahwa kelak Zaenab akan menjadi istrinya. Faktor yang membuat nabi menyembunyikan berita ini tidak lain disebabkan perasaan takut beliau terhadap perkataan orang bahwa Beliau tega menikahi istri anak angkatnya . Sebenarnya dengan kisah ini Allah ingin membatakan tadisi jahiliyyah ini dalam hal adopsi , yaitu dengan menikahkan Rasulullah dengan istri anak angkatnya. Peristiwa yang terjadi dengan Rasulullah ini sebagai pemimpin manusia akan lebih diterima dan mengena di hati mereka.. Lihat Ahkam Alquran 3/1530,1532 karya Ibn Arabi dan Fathul Bari 8/303, Ibn Kastir 3/492, dan Ruhul Ma’ani 22/24-25.
[2]. Hadis diriwayatkan oleh Bukhari 7/15 dalam bab fadhail sahabat Nabi, dari jalan Abdullah ibn Abbas, dan diriwayatkan oleh Imam Muslim (2384) dalam Fadail Sahabat, bab keutamaan Abu Bakar, dari jalan Abdullah ibn Masud, dan keduanya sepakat meriwayatkan dari jalan Abu Sa’id al-khudri.
[3]. Hadis Riwayt Bukhari 7/267dari hadis Aisyah secara muallaq, dan Muslim (2638) dari jalan Abu Hurairah secara mausul
[4]. Diriwayatkan oleh Ahmad 6/145, 160, dan an-Nasai dari jalan Aisyah Bahwa Rasulullah Saw bersabda: Aku bersumpah terhadap tiga hal, Allah tidak akan menjadikan orang-orang yang memiliki saham dalam Islam sama dengan orang yang tidak memiliki saham, saham itu yakni: Sholat, puasa dan zakat. Tidak lah Allah mengangkat seseorang di dunia, kemudain ada selainNya yang dapat mengankat (derajatnya) di hari kiamat. Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali kelak Allah akan menggumpulkannya bersama (di akhirat). Kalau boleh aku bersumpat terhadap yang keempat dan kuharap aku tiodak berdosa dalam hal ini yaitu tidaklah seseorang memberi pakaian kepada orang lain (untuk menutupi auratnya) kecuali Allah akn memberikannya pakaian penutup di hari kiamat. Para perawi hadis ini stiqah kecuali Syaibahal-khudri (di dalam Musnad di tulis keliru dengan al-isyq-hadromi). Dia meriwayatkan dari Urwah, dan dia tidak di tsiqahkan kecuali oleh Ibn Hibban, namun ada syahidnya dari hadist Ibn Masud dari jalur Abu Yala, dan Thabrani dari jalur Abu Umamah, dengan kedua jalan ini hadis ini menjadi sahih.


Sumber: https://almanhaj.or.id/2074-terapi-rasulullah-dalam-penyembuhan-penyakit-al-isyq-cinta.html